Close Menu
Sejahtera News
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Sorotan: Tinjau Dampak Banjir Bandang di Sitaro, Mendagri: Pemerintah Akan Tangani Rumah Terdampak – Begini Penjelasannya

Sorotan: Kunjungi Provinsi Sulut, Mendagri Bersama Menteri PKP dan Kepala BPS Tinjau Program Perumahan Rakyat di Minahasa – Begini Penjelasannya

Sorotan: Inflasi Turun ke 3,48 Persen, Mendagri Ingatkan Daerah Tetap Waspada – Begini Penjelasannya

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Sejahtera News
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
Sejahtera News
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
You are at:Home»TERKINI»Banjir Rendam Permukiman Warga di Satria Jaya, Air Masuk ke Rumah Hingga 50 Sentimeter
TERKINI

Banjir Rendam Permukiman Warga di Satria Jaya, Air Masuk ke Rumah Hingga 50 Sentimeter

redaksiBy redaksiJanuari 18, 2026002 Mins Read
Share Facebook Twitter Email WhatsApp
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Sejahtera News, Bekasi – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Bekasi sejak dini hari menyebabkan banjir di kawasan permukiman warga RW 018, Kelurahan Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, pada Selasa dini hari. Air mulai naik sekitar pukul 03.00 WIB dan merendam rumah warga dengan ketinggian mencapai 50 sentimeter.

Salah satu warga terdampak, Rijal, mengatakan air masuk ke dalam rumahnya secara perlahan namun terus meningkat. Kondisi tersebut membuat warga harus sigap menyelamatkan barang-barang penting agar tidak terendam air. “Sekitar jam tiga pagi air mulai naik. Tidak lama kemudian air sudah masuk ke dalam rumah, kurang lebih setinggi 50 sentimeter,” ujar Rijal saat ditemui di lokasi.

Menurut Rijal, banjir kali ini dipicu oleh hujan deras yang berlangsung cukup lama serta buruknya aliran drainase di sekitar permukiman. Selain itu, luapan air dari saluran air yang tidak mampu menampung debit hujan diduga menjadi penyebab utama meluapnya air ke rumah warga.

Akibat banjir tersebut, sejumlah perabot rumah tangga seperti kasur, lemari, dan peralatan elektronik milik warga terendam air. Warga terpaksa mengungsi sementara ke tempat yang lebih aman, seperti rumah kerabat dan lokasi yang lebih tinggi, sembari menunggu air surut. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir ini menyebabkan aktivitas warga terganggu, terutama menjelang pagi hari saat sebagian warga hendak berangkat bekerja.

Warga berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk mengatasi persoalan banjir yang kerap terjadi di wilayah mereka. Rijal menyampaikan bahwa banjir bukan kali pertama melanda kawasan tersebut. “Kami berharap ada solusi jangka panjang, seperti perbaikan drainase atau normalisasi saluran air, agar kejadian seperti ini tidak terus berulang,” katanya.

Sementara itu, aparat lingkungan setempat bersama warga bergotong royong memantau kondisi air dan membantu warga yang terdampak. Hingga pagi hari, air masih terlihat menggenangi sejumlah rumah meski mulai berangsur surut.

Pemerintah setempat diharapkan segera melakukan pendataan kerugian serta menyalurkan bantuan bagi warga terdampak banjir. Dengan curah hujan yang masih berpotensi tinggi, warga diminta tetap waspada dan siaga menghadapi kemungkinan banjir susulan, terutama pada jam-jam rawan di dini hari.(Karli)

Share. Facebook Twitter Email WhatsApp
Previous ArticleNajmi Almanar, S.Sos: Properti Tetap Menjanjikan, Kunci Utamanya Edukasi dan Solusi bagi Konsumen
Next Article Kemhan Gelar Upacara Bulanan, Tegaskan Penguatan Pertahanan Negara
redaksi
  • Website

Demo
Demo
© 2026 ThemeSphere. Designed by ThemeSphere.
  • Beranda
  • Tulis Berita
  • Box Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • PEDOMAN MEDIA SIBER

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.