Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kendalikan Inflasi, Mendagri Tito Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Ayam, Telur, dan Beras – Begini Penjelasannya

Mendagri Imbau Kepala Daerah Dukung Proses Verifikasi dan Validasi Kopdeskel – Begini Penjelasannya

Pemerintah Setujui Pembahasan Lanjutan 15 RUU Kabupaten/Kota di Kalbar, Kalteng, dan Kalsel – Begini Penjelasannya

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Sejahtera News
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
Sejahtera News
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
You are at:Home»Terkini»Peringatan 1 Muharam 1448 H, Dr. Kartini Istiqomah Takjub dengan Model Pendidikan Terpadu di Mahad Al-Zaytun – Jangan Sampai Terlewat
Terkini

Peringatan 1 Muharam 1448 H, Dr. Kartini Istiqomah Takjub dengan Model Pendidikan Terpadu di Mahad Al-Zaytun – Jangan Sampai Terlewat

penulisBy penulisJuni 17, 2026 10:10 am013 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
IBU KARTINI 3 768x480
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Indramayu, 16 Juni 2026 – Perayaan Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah di Pondok MAZ menghadirkan sosok inspiratif, Dr. Kartini Istiqomah, yang tampil sebagai salah satu “singa podium” dengan pemikiran tajam dan penuh apresiasi terhadap sistem pendidikan yang dikembangkan di lingkungan pondok.

Perempuan asli kelahiran Kudus yang memiliki rekam jejak nasional dan internasional ini mengungkapkan kekagumannya terhadap proses pembelajaran di Pondok MAZ. Menurutnya, model pendidikan yang memadukan teori dan praktik secara langsung merupakan sebuah keunggulan yang jarang dimiliki banyak lembaga pendidikan tinggi di Indonesia.

“Di luar sana, banyak perguruan tinggi menghadapi kesulitan ketika hendak melakukan pembelajaran berbasis praktik karena keterbatasan lahan dan sarana. Hanya kampus-kampus tertentu milik korporasi besar yang memiliki fasilitas lengkap. Namun di Pondok MAZ, saya melihat sesuatu yang luar biasa. Lahan praktik begitu luas, pertanian diajarkan secara nyata, bahkan bidang perkapalan juga diajarkan. Ini merupakan laboratorium kehidupan yang sesungguhnya,” ungkap Dr. Kartini di hadapan peserta peringatan 1 Muharam.

Dr. Kartini Istiqomah bukanlah figur biasa. Ia pernah menjabat sebagai Komisioner Ombudsman Republik Indonesia periode 2011–2016, menjadi anggota Steering Committee International Ombudsman Institute (IOI) dan Australia and Pacific Ombudsman Region (APOR), serta dipercaya sebagai anggota Organization of Islamic Cooperation Ombudsmen Association (OICOA) di Islamabad, Pakistan. Saat ini, ia juga aktif sebagai asesor di Badan Pembinaan Hukum Nasional (BPHN) Kementerian Hukum dan HAM RI serta akademisi senior di berbagai perguruan tinggi.

Lulusan Program Doktor Manajemen dan Bisnis dari Universitas Brawijaya ini menilai bahwa pendidikan masa depan harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup (life skills), jiwa kewirausahaan, dan kemampuan memecahkan persoalan nyata di masyarakat.

Menurutnya, apa yang dilakukan Pondok MAZ merupakan contoh pendidikan yang membumi, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Pembelajaran yang mengintegrasikan pertanian, teknologi, dan keterampilan praktis merupakan investasi besar dalam membangun kemandirian bangsa.

Kehadiran Dr. Kartini Istiqomah dalam momentum Tahun Baru Islam 1448 H menjadi suntikan semangat bagi para santri dan peserta yang hadir. Apresiasi dari seorang akademisi dan tokoh nasional sekelas dirinya menjadi pengakuan bahwa model pendidikan Pondok MAZ memiliki potensi besar untuk menjadi inspirasi bagi pengembangan pendidikan berbasis praktik dan kemandirian di Indonesia.

Peringatan 1 Muharam 1448 H di Pondok MAZ pun tidak sekadar menjadi seremoni pergantian tahun Hijriah, tetapi juga menjadi ruang refleksi tentang pentingnya membangun peradaban melalui pendidikan yang menyatukan ilmu, keterampilan, dan pengabdian kepada masyarakat. Di sinilah, sebagaimana disampaikan Dr. Kartini Istiqomah, pendidikan tidak berhenti di ruang kelas, melainkan hadir sebagai proses menyiapkan manusia yang siap mengelola kehidupan dan membangun masa depan bangsa.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleAl Zaytun Peringati 1 Syuro 1448 H Kokohkan Persatuan dan Kemandirian Bangsa – Jangan Sampai Terlewat
Next Article Optimisme untuk Indonesia: Gagasan Amich Alhumami pada Peringatan 1 Syuro 1448 H. Al Zaytun – Jangan Sampai Terlewat
penulis

Related Posts

Kendalikan Inflasi, Mendagri Tito Minta Pemda Waspadai Kenaikan Harga Ayam, Telur, dan Beras – Begini Penjelasannya

September 14, 2026 4:52 pm

Mendagri Imbau Kepala Daerah Dukung Proses Verifikasi dan Validasi Kopdeskel – Begini Penjelasannya

September 14, 2026 4:33 pm

Pemerintah Setujui Pembahasan Lanjutan 15 RUU Kabupaten/Kota di Kalbar, Kalteng, dan Kalsel – Begini Penjelasannya

September 14, 2026 4:11 pm
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

YACINTA Adakan Santunan untuk Anak Yatim dan Dhuafa Menyambut Tahun Ajaran Baru

Juli 5, 2026 5:37 pm87 Views

Bareskrim Terima Laporan Warga Gowa: Diduga Ada Upaya Sistematis Hambat Proses Hukum

Juli 2, 2026 8:36 pm67 Views

YACINTA Santuni 50 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

September 6, 2026 9:20 pm57 Views
© 2026 sejahteranews. Designed by sejahteranews.
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.