3.5 C
New York
Kamis, Februari 19, 2026

Buy now

spot_img

Tradisi Munggahan dan Ziarah Kubur Jelang Ramadhan Berkah bagi Pedagang Kembang di TPU Mangunjaya

Sejahtera News Bekasi – Tradisi munggahan dan ziarah kubur menjelang bulan suci Ramadhan kembali mewarnai suasana di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mangunjaya, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Minggu (15/2/2026). Sejak pagi hari, ratusan peziarah tampak memadati area pemakaman untuk mendoakan serta membersihkan makam keluarga yang telah berpulang.

Tradisi munggahan yang dilakukan masyarakat Muslim menjelang Ramadhan menjadi momen refleksi sekaligus mempererat tali silaturahmi keluarga. Salah satu bentuknya adalah berziarah kubur, mendoakan leluhur, serta menabur bunga sebagai simbol penghormatan dan kasih sayang kepada keluarga yang telah meninggal dunia.

Salah satu peziarah, Yudianto (45), mengatakan dirinya rutin datang ke TPU Mangunjaya setiap memasuki bulan Syaban, terlebih ketika waktu puasa semakin dekat. Menurutnya, ziarah kubur menjadi pengingat untuk memperbaiki diri sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

“Beberapa hari setelah masuk bulan Syaban, terlebih mendekati bulan puasa, memang banyak peziarah yang datang untuk bersih-bersih dan berdoa untuk keluarga yang sudah meninggal. Saya sendiri hampir setiap tahun datang bersama keluarga,” ujar Yudianto di sela-sela ziarahnya.

Ia menambahkan, selain mendoakan orang tua, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mengenalkan tradisi kepada anak-anaknya agar tetap menghargai nilai-nilai budaya dan keagamaan yang telah diwariskan turun-temurun.

Ramainya peziarah membawa berkah tersendiri bagi para pedagang musiman maupun tetap di sekitar area pemakaman. Salah satunya adalah Fatimah (52), pedagang kembang yang telah berjualan di sekitar TPU Mangunjaya selama lebih dari sepuluh tahun.

Fatimah mengaku bersyukur setiap memasuki bulan Syaban dan menjelang Idul Fitri jumlah pembeli meningkat signifikan dibandingkan hari-hari biasa. “Alhamdulillah, tiap bulan Syaban dan nanti mendekati Idul Fitri lebih banyak peziarah yang datang dibanding hari lain. Pendapatan kami juga bertambah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, dalam sehari menjelang Ramadhan, penjualan bunga tabur bisa meningkat hingga dua kali lipat. Selain bunga, sebagian peziarah juga membeli air untuk menyiram makam serta perlengkapan kebersihan sederhana.

Tradisi munggahan dan ziarah kubur ini menunjukkan kuatnya nilai spiritual dan budaya masyarakat Bekasi dalam menyambut Ramadhan. Di tengah kesibukan dan modernisasi, kebiasaan tersebut tetap lestari, sekaligus menjadi sumber penghidupan bagi warga sekitar.(Karli)

Related Articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles