Close Menu
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Puskesmas Karang Satria Siagakan Tim Medis Dukung Pilkades Aman dan Sehat

LA DOLCE VITA: TUKSEDO AUTO & FASHION GALA – Begini Penjelasannya

Sukses Menghibur di F3X Bandung, Stinky Tampil Membawakan 12 Lagu – Begini Penjelasannya

Facebook X (Twitter) Instagram
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
Sejahtera News
Subscribe Now
HOT TOPICS
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
Sejahtera News
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita
You are at:Home»Terkini»Kepala BNN Ungkap Keberhasilan Ubah Mindset Petani Ganja Jadi Tanam Kopi – Begini Penjelasannya
Terkini

Kepala BNN Ungkap Keberhasilan Ubah Mindset Petani Ganja Jadi Tanam Kopi – Begini Penjelasannya

penulisBy penulisJuli 23, 2026 1:15 pm002 Mins Read
Share Facebook Twitter WhatsApp
banten1
Share
Facebook Twitter LinkedIn Pinterest Email

Jakarta – Badan Narkotika Nasional (BNN) terus menggencarkan program Alternative Development atau pengalihan fungsi lahan tanaman terlarang menjadi tanaman produktif bernilai ekonomi tinggi. Salah satu keberhasilan yang disoroti adalah perubahan pola pikir (mindset) para petani ganja di wilayah rawan, khususnya di Aceh, untuk beralih menanam kopi.

Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto menyampaikan bahwa pendekatan penanganan narkotika dari sisi hilir atau pemusnahan saja tidak cukup. Diperlukan solusi komprehensif dari sisi hulu yang menyentuh akar permasalahan sosial dan ekonomi masyarakat lokal.

“Melalui program Alternative Development, kita tidak hanya memusnahkan ladang ganja, tetapi juga memberikan solusi berkelanjutan. Kita ubah mindset para petani agar mereka beralih ke komoditas yang legal, bernilai ekonomis, dan berkelanjutan, seperti kopi,” ujar Suyudi dalam acara Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI), Kamis (23/7/2026).

Suyudi menjelaskan, program ini dilakukan melalui pembinaan berkelanjutan, bantuan bibit unggul, pendampingan teknik bercocok tanam, hingga fasilitasi akses pasar bagi produk hasil panen masyarakat.

Hasilnya, kawasan yang tadinya dikenal sebagai ladang ganja kini berangsur-angsur bertransformasi menjadi sentra komoditas pertanian unggulan yang tidak hanya legal, tetapi juga mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan ekonomi warga setempat.

“Ketika masyarakat memiliki mata pencaharian yang sah, layak, dan menjanjikan secara ekonomi, mereka dengan sendirinya akan meninggalkan aktivitas ilegal tersebut. Ini adalah bentuk nyata perlindungan negara sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat di wilayah rawan,” pungkasnya.

Share. Facebook Twitter WhatsApp
Previous ArticleWamenkes dan Wamendagri Kunjungi Layanan Tuberkulosis di RS Adam Malik – Begini Penjelasannya
Next Article Kepala BNN Cerita Keberhasilan Tangkap Dewi Astutik, Buron Kasus 2 Ton Sabu – Begini Penjelasannya
penulis

Related Posts

Puskesmas Karang Satria Siagakan Tim Medis Dukung Pilkades Aman dan Sehat

September 20, 2026 2:15 pm

LA DOLCE VITA: TUKSEDO AUTO & FASHION GALA – Begini Penjelasannya

September 19, 2026 8:53 pm

Sukses Menghibur di F3X Bandung, Stinky Tampil Membawakan 12 Lagu – Begini Penjelasannya

September 19, 2026 9:44 am
Add A Comment
Leave A Reply Cancel Reply

Top Posts

YACINTA Adakan Santunan untuk Anak Yatim dan Dhuafa Menyambut Tahun Ajaran Baru

Juli 5, 2026 5:37 pm93 Views

Bareskrim Terima Laporan Warga Gowa: Diduga Ada Upaya Sistematis Hambat Proses Hukum

Juli 2, 2026 8:36 pm67 Views

YACINTA Santuni 50 Anak Yatim dan Dhuafa dalam Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

September 6, 2026 9:20 pm57 Views
© 2026 sejahteranews. Designed by sejahteranews.
  • Beranda
  • Internasional
  • Nasional
  • Daerah
  • Tulis Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.