CILACAP – Saat musim kemarau mencapai puncaknya, masyarakat Dusun Cigintung RT 01 dan 02/RW 04, Desa Karang Sari, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Provinsi Jawa Tengah tengah menghadapi masalah air bersih.
Sudah hampir tiga bulan sumur warga mengering. Sumur gali yang memiliki kedalaman 8 hingga 10 meter kini sudah kering sepenuhnya dan tidak bisa digunakan lagi.
Karena belum terhubung ke jaringan PDAM, warga harus mengambil air dari Kali Kocapi, yang merupakan nama lokal sungai tersebut, yang berjarak sekitar 3 kilometer dari tempat tinggal mereka. Untuk mendapatkan satu jerigen berisi 25 liter, warga perlu menunggu antara 30 menit hingga satu jam.
Untuk mandi dan memasak sehari-hari terasa sulit,” kata salah seorang warga RT 02/04 Cigintung, Senin (6/10/2026).
Ketua RT 01 dan RT 02 mengatakan bahwa sekitar 70 kepala keluarga terkena dampak dari krisis air bersih. Dampak terparah dirasakan oleh lansia dan balita.
Harapan kami segera ada bantuan pengantaran air bersih. “Sayang sekali warga, apalagi untuk kebutuhan wudhu dan minum harus benar-benar menghemat,” kata Ketua RT.
Warga mengharapkan Camat Cimanggu bekerja sama dengan Kepala Desa Karang Sari untuk membuat sumur bor di dekat sumber mata air sebagai solusi yang bisa bertahan lama, sehingga saat musim kemarau tiba, warga tidak lagi mengalami kesulitan.
Desa Karang Sari memiliki dua dusun, yaitu Nangkod dan Cilutung, yang setiap tahun selalu mengalami kekeringan selama musim kemarau panjang.
Warga sekarang hanya bisa berharap musim hujan datang secepat mungkin agar air kembali lancar.
(Editor: Sarkiman)
