JAKARTA TIMUR – Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Elmuqi Foundation menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim piatu dan dhuafa binaan dengan mengusung tema “Pemuda Peduli Bangsa dengan Berbagi”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di Wisma Yatim Mutiara Qolbu Indonesia, Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur.
Kegiatan ini menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kepedulian sosial sekaligus mengajak generasi muda mengamalkan nilai-nilai Sumpah Pemuda melalui tindakan nyata. Semangat persatuan, kepedulian, dan gotong royong diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi penerus bangsa.
Dalam sambutannya, Bimaspol Kelurahan Penggilingan, Aiptu H. Sarjono, menyampaikan pesan kepada anak-anak dan generasi muda agar senantiasa mengutamakan pendidikan, menghormati orang tua, serta memperkuat keimanan melalui doa.

Ia juga menyampaikan slogan “Ibu Memanggil” dari Kapolres Metro Jakarta Timur sebagai pengingat bagi generasi muda untuk senantiasa mengingat keluarga, menjaga diri, dan tidak terjerumus dalam pergaulan yang merugikan masa depan.
Sarjono turut mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam menggunakan gadget dan media sosial. Menurutnya, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk hal-hal positif, seperti menambah pengetahuan dan memperluas wawasan.
Generasi muda juga perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan yang marak melalui media sosial. Oleh karena itu, setiap informasi harus disikapi secara cermat, sementara penggunaan teknologi hendaknya tetap berada dalam batas yang bertanggung jawab.
“Menuntut ilmu, berbakti kepada orang tua, dan jangan lupa berdoa merupakan bekal penting bagi generasi muda dalam meraih masa depan” demikian pesan yang disampaikan dalam kegiatan tersebut.
Sementara itu, Ketua RW 05 Kelurahan Penggilingan, Yasril Hadi, S.Kom., mengajak para pemuda dan pemudi untuk terus meningkatkan ilmu pengetahuan tanpa meninggalkan adab dan akhlak mulia.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berkaitan dengan kecerdasan intelektual, tetapi juga harus diimbangi dengan pembentukan karakter dan Akhlaqul Karimah. Generasi muda yang berilmu dan berakhlak diharapkan mampu menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, lingkungan, dan bangsa.
Yasril juga menekankan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap aman dan kondusif bagi tumbuh kembang generasi muda. Ia mengimbau para pemuda untuk berhati-hati dalam bergaul, menghindari kebiasaan nongkrong hingga larut malam dan begadang tanpa tujuan yang bermanfaat, serta menjauhi kegiatan yang dapat menimbulkan mudharat.
Melalui kegiatan santunan ini, Elmuqi ingin menegaskan bahwa peringatan Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk memperkuat kepedulian terhadap sesama.
Santunan kepada anak yatim piatu dan dhuafa menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan nilai persatuan dan kemanusiaan. Kepedulian tersebut diharapkan mampu menumbuhkan semangat berbagi sekaligus mempererat hubungan antara pengurus yayasan, masyarakat, dan generasi muda.
Semangat “Pemuda Peduli Bangsa dengan Berbagi” menjadi pengingat bahwa kemajuan bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan generasinya, tetapi juga oleh kepedulian, tanggung jawab, dan akhlak yang dimiliki.
Dengan semangat Sumpah Pemuda, generasi muda diharapkan terus belajar, menjaga persatuan, menghormati orang tua, serta berkontribusi positif bagi lingkungan. Sebab, bangsa yang kuat lahir dari generasi yang berilmu, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.
(Par**)
