Sejahtera News, BEKASI — Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya toleransi dan pencegahan radikalisme terus dilakukan melalui edukasi dan dialog publik. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Road Show Toleransi dan Anti-Radikalisme yang digelar di Gedung PGRI Kota Bekasi, Kamis (17/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Abdulmalik dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta Didik Krisdyanto dari Densus 88.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai faktor yang dapat menjadi motivasi seseorang terlibat dalam aksi teror.

Didik Krisdyanto memaparkan enam faktor yang menjadi bagian dari materi pembahasan mengenai motivasi aksi teror, yakni ideologi agama, solidaritas komunal, kondisi mental, balas dendam, separatisme, dan faktor situasional.
Pemahaman terhadap berbagai faktor tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya pencegahan. Masyarakat diharapkan tidak hanya memahami ancaman terorisme dari sisi tindakan, tetapi juga mengetahui faktor-faktor yang dapat memengaruhi seseorang hingga terlibat dalam aksi kekerasan.
Selain membahas motivasi aksi teror, materi juga menyoroti persoalan pendanaan terorisme. Dalam pemaparannya disebutkan sejumlah modus yang perlu diwaspadai, antara lain melalui kotak amal, yayasan kemanusiaan, baitul mal, donasi, hingga usaha yang secara formal merupakan kegiatan legal.
Informasi tersebut disampaikan sebagai bagian dari edukasi kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dan memiliki kesadaran dalam menyalurkan maupun mengelola dana. Masyarakat juga diharapkan memastikan kegiatan penghimpunan dana dilakukan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Karli
